Tiba-tiba kau jadi takut untuk berkawan dengan lelaki-lelaki yang ‘baik’


Ya, saya rasa tulisan Andrea Hirata dalam buku Sang Pemimpi, sangat tepat mengambarkan peristiwa yang terjadi kepada saya baru-baru ini. (bukan hal merisik seperti entri sebelum ini tau. Hehe)

Aku memiliki gambaran jelas karakter orang seperti Pak Mustar. Lelaki-lelaki berwajah manis dan kekejaman mereka tak terbayangkan. Aku pernah mengunjungi atukku yang menjadi penjaga di Penjara Karimun. Di penjara itu ku lihat banduan yang sangar, sok jago, dekil, omong besar dan bertatu sana sini berada di blok A , dikurung beramai-ramai seperti ayam kerana mereka tak lebih dari pencuri alam atau tukang nyolong jemuran. Namun mereka yang sampai hati merampok TKW atau membunuh tanpa melepaskan rokok di mulutnya berada di blok B, sel isolasi.

Penghuni blok B adalah pria-pria yang rapi, pintar, bersih dan santun lisannya dan manis sekali senyumnya. Sejarah membuktikan Alexander Agung yang membakar ribuan wanita dan kanak-kanak, Cortez yang membantai orang India sampai menggenangkan darah setinggi lutut, semua penjagal yang disebutkan lagenda itu tak lain adalah pria-pria tampan berwajah manis