Tragedi, Doa dan Pengharapan


Apabila dinding media sosial memaklumkan tragedi MH17, saya terpempan, belum cukup jauh tragedi MH370 meninggalkan negara saya, kita teruji dan diduga sekali lagi dengan tragedi MH17.

Saya memilih untuk berduka dalam diam, untuk tidak mengemas kini apa-apa status, cuba sedaya mengelak masuk laman sosial. Saya takut kalau saya terlihat gambar-gambar yang sungguh mendukakan, ia akan bermain ulang dalam fikiran, saya takut saya akan jadi sungguh marah dengan segala ketidakcerdikan komen orang kita. Saya takut saya akan jadi tidak kuat untuk membaca semua hal yang menduga dan mendukakan. Fikiran saya memikirkan beberapa hal:

– Mungkin di dalam itu ada pelajar Malaysia yang mahu pulang beraya

– Mungkin ada antara mereka bertahun-tahun tidak pulang ke tanah air

-Mungkin ada yang di dalam itu kali pertama menaiki kapal terbang

– Mungkin di dalam itu ada mereka yang pertama kali akan ke Malaysia

Saya simpat dengan MAS, sambil membayangkan dua tragedi besar yang mengorbankan lebih 500 nyawa, apakah mereka akan kuat? Saya membina pengalaman pertama menaiki kapal terbang bersama MAS sewaktu majlis graduasi saya, MH1339. Pengalaman pertama itu membuatkan saya jadi lebih berani untuk tidak takut menaiki kapal terbang. Dan setelah menaiki beberapa kapal terbang, sungguh saya boleh katakan pengalaman menaiki kapal terbang MAS antara yang terbaik sekali.

Kita harus bersama-sama dengan negara kita dalam menghadapi tragedi ini, bukannya memilih untuk menuduh bukan-bukan, berkata yang tidak-tidak, menyebarkan hal yang belum pasti. Tragedi ini jalan ujian untuk menduga bagaimana kita bersikap sebenarnya terhadap dugaan dan musibah. Ini sudah bukan lagi soal negara siapa, negara siapa. Kita sudah menyusup soal kemanusiaan. Manusia membunuh manusia. Ah, betapa menyedihkan.

Di waktu tragedi ini, senjata paling kuat berdoa, yang terbaik untuk seluruh umat manusia, supaya tumbuh keamanan di hati mereka, yang mencintai keamanan dan kemanusiaan daripada kemusnahan dan peperangan. Dan kepada kita terus berharap ada jalan yang baik untuk mendepani tragedi dan dugaan besar ini sebagai rakyat Malaysia.

Nota: saya suka duduk di jendela pesawat. Ia sangat menenangkan. Ini salah satu aktiviti saya di jendela pesawat, memfoto awan.

20140718-113231-41551405.jpg

2 thoughts on “Tragedi, Doa dan Pengharapan”

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s