Penumpang Tren Yang Aneh III


Terminal memerhatikan penumpang yang baru kembali setelah beberapa jam pergi.

Dia hanya tersenyum, dan dalam dadanya ada suara-suara yang tak terdengarkan.

Penumpang itu hanya ingin menduga kekasihnya, itu telah lama terminal tahu. Bukankah dia telah banyak menerima perpisahan dan pertemuan di dadanya. Dia tahu mana penumpang yang pergi untuk berpura-pura. Mana penumpang yang benar-benar pergi tanpa mahu kembali.

Dia telah berbicara dengan kekasih yang ditinggalkan di dadanya. Dia telah mendengar keluh kesah dan menghiburkan hati kekasih. Ah, bukankah terminal, hanya persinggahan waktu.

Kini, terminal akan membatukan dirinya, dan tertawa-tawa melihat penumpang yang aneh dan kekasihnya.