Pulang Ke Tanah Duka


Selamat kembali ke tanah luka.

Terimalah bunga-bunga yang kami karang dari 7 lautan. Hapuslah air matamu yang pernah turun bersama nyanyian ombak. Terbangkan duka lalu bersama deru semilir yang dingin dari timur. Tenggelamkan cerita sedih dengan hamburan ombak.

Datanglah ke tanah yang pernah menggiris hatimu suatu ketika dahulu tanpa keruh di hati.

Apakah tiada kenangan indah yang mengikat hatimu disini? Apakah tiada tawa pernah tercipta?Apakah kamu tiada pernah mengaris senyum di tanah ini? Apakah semua hanyalah duka dan luka sahaja? Tidak bukan?

Bukankah katamu, tanah duka ini juga tempat kamu membawa hati yang lara ketika kamu dibunuh oleh cerita luka dari tanah di seberang barat sana? Bukankah tanah ini tempat kamu berlirih juga?

Telah kami tenun kurung songket bunga tabur idamanmu. Telah kami renjis dengan warna ungu, warna cintamu. Pulanglah ke tanah ini. Debu-debu jalanan yang pernah melekat dikakimu telah kami hapuskan. Marilah kita basuh segalanya dengan nyanyian hujan yang jernih.

Kami menanti hadirmu dengan senyuman.